JURNAL PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK BERBASIS PESANTREN

 

PEMBENTUKAN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK BERBASIS PESANTREN

 

 

Abstrack

Character education is an effort to form a personility character in accordance with good noble values. The purpose of character education is as a means of supporting people’s character values to become moral individual sclose. Islamic boarding shool are educational institutions students under the auspices of the Kyai to organize and educate students with the lecture method, discipline, modeling and habituation.

Abstrack

Pendidikan karakter merupakan upaya pembentukan watak kepribadian yang sesuai dengan nilai luhur-luhur yang baik. Tujuan pendidikan karakter adalah sebagai sarana penunjang nilai karakter orang untuk menjadi pribadi yang berakhlakul karimah. Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan santri dibawah naungan Kyai untuk mengatur dan mendidik santrinya dengan metode ceramah, kedisiplinan, keteladanan, dan pembiasaan.

A.    Pendahuluan

1.      Latar Belakang

Pendidikan karakter atau dalam Al-quran disebutkan sebagai akhlak, budi pekerti, sebaliknya bangsa yang tidak atau kurang berakhlak atau tidak memiliki standar norma dan perilaku yang baik. Untuk itu penamaan pendidikan karakter dimulai sejak dini sehingga akan terwujud generasi-generasi bangsa yang bermoral. Tetapi dengan perkembangan diera saat ini bangsa mengalami krisis moral yaitu memudarnya nila-nilai akhlak pada seorang individu, hal tersebut ditandainya banyak kekerasan –kekerasan, seks bebas, pembunuhan pemberontakan tawuran dan lain sebagainya.

       Pembentukan karakter dilingkungan sekolah baik dari lembaga pendidikan berbasis umum maupun agama tentu berpengaruh pada pendidikan karakter peserta didik. Diera saat ini karakter pendidik di lingkungan pendidikan umum semakin merosot untuk itu para orang tua bahkan pakar-pakar pendidikan mempercayai bahwa lembaga pendidikan pesantren mampu membentuk akhlak yang baik sesuai nilai-nilai ajaran islam. Dipondok pesantren beberapa metode dan pengajaran bahkan lingkungannya mampu membentuk pribadi yang berakhlak ketaatanya pada seorang guru/kyai begitu ta’dzim.

2.      Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian dan tujuan pendidikan karakter?

2.      Apa pengertian pondok pesantren?

3.      Bagaimana pendidikan dan strategi pendidikan karakter?

B.     Pembahasan

1.      Pengertian  dan Tujuan Pendidikan Karakter

Secara harfiah karakter berasal dari bahasa inggris cahracter yang berarti watak, karakter, sifat. Dalam bahasa indonesia watak diartikan sebagai sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan perbuatannya, dan berarti pula tabi’at, dan budi pekerti sedangkan dalam bahasa arab karakter sering disebut akhlak.

Pendidikan karakter juga sebagai upaya mengubah sifat watak kepribadian dan ketaatan batin manusia sesuai nilai – nilai luhur dan terpuji. Melalui pendidikan karakter diharapkan dapat melahirkan manusia yang memiliki kebebasan menentukan pilihannya tanpa paksaan dan penuh tanggung jawab.[1]

Terkait dengan pendidikan karakter Doni A Koesoema yang dikutip Q-Anees (2008: 100) menjelaskan ada dua paradigma dasar pendidikan karakter pertama, memandang pendidikan karakter dalam cakupan pemahaman moral yang sifatnya lebih sempit, kedua, melihat pendidikan dari sudut pandang Pemahaman isu-isu moral yang lebih luas. Pandangan ini memandang pendidikan karakter sebagai sebuah pedagogik, menempatkan individu yang terlibat dalam dunia pendidikan sebagai pelaku utama dalam pengembangan karakter. Dalam penelitian ini pendidikan karakter lebih dekat dengan paradigma yang kedua dimana pendidikan karakter sebagai proses pendidikan dan pembelajaran yang mengutamakan siswa sebagai agen perubahan karakter menuju good character dalam kehidupan dan bertanggung jawab dalam kehidupan sendiri dan bermasyarakat dengan nilai-nilai moral yang baik. Jadi, pendidikan karakter adalah pendidikan yang berupaya dengan sengaja untuk mengembangkan kemampuan siswa yang terkait dengan penalaran moral, tindakan moral, sopan santun, berperilaku yang baik, pengembangan kognitif, intelektual, kritis, yang sesuai serta dapat diterima dalam kehidupan sosial.

Tujuan pendidikan karakter menurut alquran yaitu:

a.       Mengeluarkan dan membebaskan manusia dari kehidupan yang gelap (tersesat) kepada kehidupan yang lurus (terang) (Al Ahzab 43);

b.      Menunjukan manusia dari kehidupan yang keliru kepada kehidupan yang benar ( Al- Jumu’ah  2);

c.       Mengubah manusia yang biadab menjadi yang beradab (Al- Baqarah 67);

d.      Mendamaikan manusia yang bermusuhan menjadi bersaudara dan menyelamatkan manusia yang ber ada di tepi jurang kehancuran menjadi yang selamat dunia akhirat ( Al –Imron 103).

Sedangkan tujuan pendidikan karakter secara umum yaitu untuk membentuk karakter yang baik kepada peserta didik. Karakter tersebut menyangkut unsur nilai-nilai moral, tindakan moral, kepribadian moral, emosi moral, penalaran moral, identitas moral, dan karakteristik dasar dalam memberikan respon terkait dengan moralitas seseorang yang harus dimiliki siswa dan kemudian mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

2.      Pondok Pesantren

a.       Sejarah pesantren

Pesantren dilahirkan atas dasar kewajiban dakwah islamiyah, yakni menyebarkan dan mengembangkan ajaran islam. Pesantren sendiri menurut pengertian dasarnya adalah ‘tempat – tempat para santri” sedangkan pondok berarti rumah atau tempat tinggal sederhana yang terbuat dari bamboo. Disamping kata pondok juga berasal dari bahasa arab funduq yang berarti hotel atau asrama. pembangunan suatu pesantren didorong oleh kebutuhan masyarakat. pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia.

Pesantren dipimpin oleh seorang kyai untuk mengatur kehidupan pesantren, kyai menunjuk seorang santri senior untuk mengatur adik-adik kelasnya, mereka biasanya dalam pesantren salaf (tradisional) disebut ''lurah pondok''. Beberapa hal yang membedakan pesantren dengan lembaga pendidikan lainnya yaitu:[2]

a)      pondok tempat menginap para santri,

b)      santri: peserta didik,

c)      masjid: sarana ibadah dan pusat kegiatan pesantren,

d)      kyai: tokoh atau sebutan seseorang yang memiliki kelebihan dari sisi agama, dan kharisma yang dimilikinya,

e)       kitab kuning: sebagai referensi pokok dalam kajian keislaman.

b.      Metode pendidikan di pesantren

Menurut Hadari Nawawi metode pendidikan pesantren yaitu sebagai berikut:

a)      Metode Keteladanan

Metode keteladanan adalah pendidikan dengan cara memberikan contoh-contoh perilaku dan budi pekerti yang baik kepada santri.

b)      Metode Pembiasaan

Dalam pendidikan di pesantren metode ini biasanya akan diterapkan pada ibadah-ibadah amaliyah, seperti shalat berjamaah, kesopanan dan pergaulan dengan sesama santri.

c)      Metode ibrah (Mengambil Pelajaran)

Metode ibrah yaitu merenungkan dan memikirkan, dalam arti umum bisanya dimaknakan dengan mengambil pelajaran dari setiap peristiwa.

d)      Metode Mauī’ẓah (Nasehat)

Mauī’ẓah berarti nasehat. mengandung tiga unsur, yakni; a. Kebaikan dan kebenaran, misalnya sopan santun, shalat berjama’ah dan beramal dalam kebaikan; b. Motivasi dalam melakukan kebaikan; c. Peringatan tentang dosa yang muncul dari adanya larangan bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

e)      Metode Kedisiplinan

Metode kedisiplinan identik dengan pemberian hukuman atau sangsi. Tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran siswa, sehingga ia tidak mengulanginya lagi.

f)       Metode Targhīb Wa Tahzīb

Targhīb adalah janji disertai dengan bujukan agar seseorang senang melakukan kebajikan dan menjauhi kejahatan. Tahzīb adalah ancaman untuk menimbulkan rasa takut berbuat tidak benar.

g)      Metode Kemandirian

Metode kemandirian cara yang ditempuh guru/kiyai dalam membimbing santri biasa hidup mandiri di pesantren dan santri mampu mengambil dan melaksanakan keputusan secara bebas. misalnya pengelolaan keuangan sendiri, perencanaan belanja, perencanaan aktivitas rutin, dan sebagainya.

3.      Kedudukan dan Strategi Pendidikan Karakter

a.       Kedudukan pendidikan karakter

Nilai – nilai pendidikan karakter menempati kedudukan yang tinggi dalam alquran dan hadis, bahkan menjadi jiwa substansi dan misi utama dari ajaran alquran dan hadis tersebut. Islam menempati nilai pendidikan karakter sebagai hal yang sangat penting yaitu pengajaran tentang nilai dan perilaku yang sesuai dengan ajaran islam. Nabi Muhammad telah menjadi contoh yang paling baik sebagai contoh teladan yang paling baik bagi umat islam.

Dalam perspektif Islam inilah akan dibangun kembali pondasi moralitas peserta didik dalam pendidikan Islam agar tumbuh menjadi manusia yang mulia, manusia yang memberi manfaat bagi makhluk lainya yaitu menjadi ibadurrahman kata Ibnu Qoyyim yang selalu berperan dalam kemajuan sebagaimana fungsinya sebagai kholifah  fil  ardl.

b.      Strategi Pendidikan Islam.

Strategi pendidikan karakter menggunakan tiga pilar utama pendidikan, yaitu rumah, sekolah. dan masyarakat, serta dengan menggunakan seluruh locus pendidikan.

Strategi pendidikan karakter menurut Al-Qur'an dan Hadis sejalan dengan fitrah manusia, yaitu memadukan antara teori (kognitif). penghayatan (afektif), dan pengamalan (psikomotorik), menggunakan pilar rumah tangga, sekolah dan masyarakat, menjauhi yang buruk. Pendidikan karakter menurut Al-Qur’an juga mengakomodir dalam bentuk tradisi, adat istiadat, kebiasaan, keputusan, dan lain sebagainya. Berbagai nilai budaya dan kearifan lokal yang ada di masyarakat dan sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Berbagai nilai budaya dan kearifan lokal yang ada di masyarakat dan sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan al-Sunnah tetap dapat digunakan. Itulah sebabnya Nabi Muhammad Saw. menyatakan, bahwa ia diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia (Bu'istu li utammima makaan'm al-akhlaq).

C.    Kesimpulan

Pendidikan karakter menurut alquran lebih ditekankan pada membiasakan orang agar mempraktikkan dan mengamalkan nilai –nilai yang baik dan menjauhi nilai –nilai yang buruk. Tujuan pendidikan karakter secara garis besar yautu membawa manusia untuk memeperbaiki kepada kehidupan ynag bermoral dan bermartabat.

Kedudukan pendidikan karakter dalam alquran menempati kedudukan terpenting pengajaran tentang nilai dan perilaku yang sesuai dengan ajaran islam. Setrategi pendidikan karakter menggunakan tiga pilar utama pendidikan, yaitu rumah, sekolah. dan masyarakat.

Pondok pesantren dalam perannya membentuk kepribdaian yang baik sangat berpengaruh yaitu dapat melahirkan penerus- penerus bangsa yang berakhlak dan bermoral baik. Pondok pesantren di yakini berhasil memebentuk karakter yang baik.

Metode yang di gunakan dalam pondok pesantren untuk membentuk pendidikan karakter yaitu metode Keteladanan, pembiasaan, targhīb Wa tahzīb, kemandirian, kedisiplinan, ibrah dan nasehat.

D.    Saran

Adapun saran-saran berdasarkan hasil pembahsan tersebut adalah:

1.      Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi siswa dalam pembentukan karakternya.

2.      Lingkungan sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam melaksanakan pendidikan karakter.

3.      Lingkungan masyarakat memiliki peran dan tangung jawab yang besar pula dalam pembentukan karakter peserta didik.

E.     Daftar Pustaka

Imam Syafe’i, “Pondok Pesantren Lembaga Pendidikan Pembentukan Karakter”. Jurnal Pendidikan Islam. Vol. 8 No 1, 2017

Muhsinin, Model Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Islam Untuk Membentuk Karakter Siswa yang Toleran ,  Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol. 8, No. 2, Agustus 2013



[1]Muhsinin, Model Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Islam Untuk Membentuk Karakter Siswa yang Toleran ,  Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol. 8, No. 2, Agustus 2013

[2] Imam Syafe’i, “Pondok Pesantren Lembaga Pendidikan Pembentukan Karakter”. Jurnal Pendidikan Islam. Vol. 8 No 1, 2017, 64-65.

Comments

Popular posts from this blog

study pendahuluan

REVIEW JURNAL PENDIDIKAN MORAL

KRITERIA DAN TEKNIK PEMERIKSAAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS DATA