KRITERIA DAN TEKNIK PEMERIKSAAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS DATA
KRITERIA DAN TEKNIK PEMERIKSAAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS DATA
A. Acuan dan alasa
Uji keabsahan data dalam penelitian sering hanya ditekankan pada uji validitas dan reliabilitas. Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Jadi data yang valid ialah data yang sama antara data yang dilaporkan dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian.
1. Validitas internal berkenaan dengan derajat akurasi desain penelitian dengan hasil yang dicapai.
2. Validitas eksternal berkenaan dengan derajat akurasi apakah hasil penelitian dapat ditrrapkan pada populasi dimana sampel itu diambil.
3. Reliabilitas dapat diartikan sebagai stabilitas suatu informasi yang sedang diolah. Merujuk kepada kemampuan metode penelitian untuk menghasilkan secara konsisten hasil data yang sama selama periode pengujian diulang.
B. Kriteria pemeriksaan data
Keabsahan atau pemeriksaan data dilakukan karena untuk membuktikan apakah penelitian yang dilakukan sudah benar-benar merupakan penelitian ilmiah sekaligus untuk menguji data yang diperoleh. Uji keabsahan data meliputi credibility (mencapai tujuannya mengeksplorasi masalah dan mendeskripsikannya), transferbility (menunjukkan derajat ketepatan atau dapat diterapkannya hasil penelitian ke populasi di mana sampel tersebut diambil), dependability (mengadakan replikasi studi), dan confirmability (fungsi dari proses penelitian yang dilakukan maka penelitian tersebut telah memenuhi standar konformitas).
C. Tekhnik pemeriksaan keabsahan data
1. Keikutsertaan yang dimaksudkan dalam penelitian adalah proses dan aktivitas dimana seorang peneliti hadir bersama, mengamati, melihat, memahami bahkan tinggal barsama objek yang diteliti dalam pengumpulan data
2. Ketekunan pengamatan merupakan sikap mental yang disertai dengan ketelitian dan keteguhan dalam melakukan pengamatan untuk memperoleh data penelitian.
3. Cek teman sejawat ialah kredibilitas data yang telah dikumpulkan, dianalisis, diamati, dan ketepatan kesimpulan dapat diuji kembali dengan menggunkan anggota lain kelompok, dari mana data dan informasi original dikumpulkan.
4. Analisis kasus negative dapat dipercaya apabila sudah tidak ditemukan lagi hal yang negatif dalam data, baik selama dikumpulkan.
5. Kecukupan referensi ialah adanya pendukung untuk membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti.
6. Triangulasi menurut Norman K. Denzin (1978) mendefinisikan triangulasi merupakan sebuah gabungan atau kombinasi berbagai metode yang dipakai untuk mengkaji fenomena yang saling terkait dari sudut pandang dan persepektif yang berbeda.
DESAIN PENELITIAN KUALITATIF
Model desain
Desain penelitian pada hakikatnya merupakan suatu strategi untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan dan berperan sebagai pedoman atau penuntun peneliti pada seluruh proses penelitian.
Desain pada penelitian kualitatif bersifat fleksibel dan berubah-ubah sesuai dengan kondisi lapangan tidak seperti desain penelitian kuantitatif yang bersifat tetap, baku dan tidak berubah-ubah. Oleh karena itu peranan peneliti sangat dominan dalam menentukan keberhasilan penelitian yang dilaksanakan, sedangkan peranan desain hanya membantu mengarahkan jalannya proses penelitian agar sesuai dengan pernyataan masalah dan berjalan dengan sistematis.Model desain penelitian kualitatif sebagai berikut:
1. Pernyataan masalah,Pernyataan masalah yaitu merumuskan masalah yang akan diteliti sesuai dengan ketentuan sebelum melakukan tahapan selanjutnya. Karena pada tahapan berikutnya dalam penelitian akan ditentukan dengan masalah yang sudah dirumuskan sebelumnya.
2. Desain riset
a. Teknik sampling, Pertimbangan pertama dalam menentukan sampel pada penelitian kualitatif adalah dengan menggunakan teknik non probabilitas, yaitu teknik mengambil sampel yang tidak didasarkan pada formulasi statistik.
b. Menentukan jenis data, Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder dalam bentuk selain angka.
c. Instrumen pengambilan data, Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi intrumen utama yaitu peneliti sendiri atau anggota tim peneliti. Untuk itu perlu dikemukakan siapa yang akan menjadi instrumen penelitian.
d. Metode pengambilan data, Dalam hal ini perlu dikemukakan mengapa metode penelitian yang akan digunakan adalah metode kualitatif.
e. Teknik analisis, Dalam penelitian kualitatif, teknik analisis data lebih banyak dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data.
Model proposal
Proposal penelitian adalah gambaran secara rinci tentang proses yang akan dilakukan oleh peneliti untuk dapat memecahkan permasalahan penelitian. Proposal penelitian merupakan langkah awal sebelum menyusun laporan penelitian. Menyusun rancangan penelitian atau sering disebut juga dengan menyusun proposal penelitian merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari suatu proses dan rangkaian kegiatan. Pada banyak lembaga pendidikan, penyusunan proposal merupakan suatu keharusan untuk dilakukan sebelum peneliti melaksanakan proses penelitiannya.
Format penulisan proposal penelitian kualitatif meliputi:
1. Judul penelitian
2. Latar belakang masalah
3. Fokus penelitian
4. Rumusan masalah
5. Tujuan penelitian
6. Manfaat penelitian
7. Telaah hasil penelitian terdahulu atau kajian teori
8. Metode penelitian
9. Sistematika pembahasan
10. Daftar pustaka
Sistematika penulisan penelitian dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir yaitu sebagai berikut:
1. Bagian awal (sampul depan, halaman judul, dan halaman pengesahan)
2. Bagian inti, dalam bagian ini terdapat beberapa bab seperti: BAB I, BAB II, BAB III dst.
3. Bagian akhir, (daftar pustaka, lampiran jika ada)
Comments
Post a Comment