study pendahuluan
Study pendahuluan
A.
Pengertian
studi pendahuluan dan manfaatnya serta cara melakukannya
Studi
pendahuluan dilaksanakan untuk memperoleh masukan mengenai objek yang akan
diteliti. Pada penelitian perlu adanya rangkaian langkah-langkah yang dilakukan
secara terencana dan sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah atau
mendapatkan jawaban terhadap permasalahan tertentu. Studi pendahuluan juga
merupakan studi yang dilakukan untuk memepertajam arah studi utama.
Di
dalam mengadakan studi pendahuluan mungkin ditemukan bahwa orang lain sudah
berhasil memecahkan masalah yang kita ajukan sehingga tidak ada gunanya kita
bersusah payah menyelidiki. Mungkin juga kita mengetahui hal-hal yang relevan
dengan masalahnya sehingga memperkuat keinginannya untuk meneliti karena justru
orang lain juga masih memasalahkan.
B.
Rumusan
masalah yang baik
Perumusan
masalah dalam penelitian disebut research problem atau dikenal juga dengan istilah
pertanyaan penelitian (research question) yang digunakan untuk menjadi panduan dalam
menyusun instrument penelitian. Pertanyaan research problem ini disusun setelah
peneliti melakukan pembatasan masalah, sehingga pertanyaan penelitian terfokus
pada masalah yang ingin dibuktikan atau diteliti lebih lanjut. Perumusan
masalah sendiri memiliki fungsi sebagai berikut yaitu Fungsi pertama adalah sebagai
pendorong suatu kegiatan penelitian menjadi diadakan atau dengan kata lain
berfungsi sebagai penyebab kegiatan penelitian itu menjadi ada dan dapat
dilakukan.
Hal
yang yang penting dan perlu dikerhatikan oleh calon peneliti setelah menemukan masalah
adalah, apakah masalah yang akan diangkat memenuhi karakteristik masalah yang baik.
Ada beberapa kriteria masalah penelitian yang baik, antara lain:
1. Topik
atau judul menarik, Pemecahan masalah benar-benar bermanfaat bagi orang- orang
dalam lapangan pekerjaan atau bidang tertentu.
2. Masalah
harus merupakan hal baru.
3. Masalah
harus mengandung rancangan yang lebih komplek.Harus dapat diselesaikan sesuai
dengan waktu yang diinginkan.
4. Tidak
bertentangan dengan etika dengan moral.
C.
Bentuk
masalah penelitian
Adapun
bentuk-bentuk dari rumusan masalah dapat dikelompokan berdasarkan menurut tingkat
eksplanasi (level of explanation). Bentuk rumusan masalah tersebut yaitu bentuk
masalah deskriptif, komparatif, dan asosiatif.
1. Masalah
deskriptif
Bentuk masalah deskriptif merupakan bentuk
masalah yang berkaitan dengan suatu keadaan, fenomena, peristiwa yang terjadi
pada saat ini. Maka dari itu kemudian timbullah tindakan penelitian deskriptif,
yang didalamnya termasuk penelitian survei dan sejarah. Contoh dari masalah
deskriptif misalnya, bagaimana minat belajar peserta didik terhadap mata
pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMP pada suatu daerah? berapa
rata- rata nilai matematika dari peserta didik kelas 10 di SMA pada suatu
daerah? dan lain Sebagainya.
2. Masalah
komparatif
Bentuk masalah yang sifatnya membandingkan
dua variabel atau lebih. Dari masalahkomparatif inikemudian timbullah tindakan
penelitian komparatif. Adapun contoh
dari masalah komparatif misalnya, apakah terdapat perbedaan prestasi belajar
antara peserta didik yang berasal dari TK dengan non-TK?
3. Masalah
korelasional
Masalah korelasional merupakan bentuk
masalah yang sifatnya menghubungkan dua variable atau lebih, baik dengan
korelasi sejajar maupun dengan korelasi sebab akibat. Contoh dari masalah
korelasional misalnya, apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan
antara sikap dan motivasi belajar dengan prestasi belajar?
D.
Tipe
masalah ideal
Menurut
Aqib, (2006:14) jika kita ingin mendalami dan lebih memahami penelitian perlu mengenal
lebih banyak dan rinci tentang jenis-jenis penelitian yang ditinjau dari
berbagai aspek dan merujuk pada nama model dan pendekatan penelitiannya.untuk
itu dalam pembahasan ini akan dikemukakan jenis-jenis penelitian berdasarkan
tiga tinjauan,yaitu yang merupakan jembatan dan sampai pada penelitian tindakan
Comments
Post a Comment