Pendekatan Penelitian
Ragam pendekatan
penelitian
A. RAGAM
PENDEKATAN PENELITIAN
Pendekatan
penelitian Adalah pola pikir yang dianjurkan oleh para peneliti untuk
melaksanakan proyek penelitian dan melakukan penelitian. Dalam penelitian
sosial, pendekatan penelitian mencakup tiga jenis, yaitu metode kualitatif,
kuantitatif dan campuran atau gabungan, juga disebut sebagai metode campuran.
Kemudian, ditinjau dari segi data yang dikumpulkan terdapat dua jenis
pendekatan penelitian, yaitu pendekatan positivistik dan pendekatan
naturalistik. Berikut akan kami jelaskan mengenai pendekatan penelitian sosial
terlebih dahulu, ialah sebagai berikut;
1.
Pendekatan kualitatif
2.
Pendekatan kuantitatif
3.
Pendekatan mix method
Selanjutnya, membahas tentang pendekatan penelitian olah data yang rinciannya
terdapat dua jenis yaitu:
1.
Pendekatan positivme
Pendekatan positivistik merupakan salah satu upaya
pencarian ilmiah (scientific inquiry) berdasarkan filsafat positivisme logik (logical
positivism) yang beroperaasi dengan aturan-aturan yang ketat mengenai logika,
kebenaran, hukum-hukum dan prediksi.
2.
Pendekatan naturalistik
Pendekatan ini banyak digunakan untuk menjawab
permasalahan penelitian yang memerlukan pemahaman secara mendalam mengenai objek
yang diteliti, sehingga menghasilkan simpulan simpulan tentang permasalahan
tersebut dalam konteks waktu dan situasi yang bersangkutan pendekatan ini
mempunyai ciri; (a) memandang kenyataan (realita) sebagai suatu yang berdimensi
jamak, utuh atau satu kesatuan, dan berubah/open minded, (b) tidak mungkin
disusun desain penelitian yang terperinci dan tetap sebelum dilakukan penelitian
titik desain penelitian akan berubah dan berkembang selama proses penelitian
berlangsung, (c) peneliti dan objek yang diteliti saling berinteraksi dalam
proses penelitian, (d) penelitian dapat dilakukan baik dari “luar” maupun dari
“dalam” dengan banyak melibatkan judgement, dan (e) dalam pelaksanaannya, peneliti
sekaligus berfungsi sebagai “alat penelitian” yang tentunya tidak bisa
melepaskan diri dari unsur subjektivitas. Dengan kata lain, dalam penelitian
ini tidak ada Alat penelitian baku yang telah disiapkan sebelumnya.
B. KARAKTERISTIK
PENELITIAN
1.
Objektifitas
Penelitian harus memiliki objektivitas (objectivity)
baik dalam karakteristik maupun prosedurnya. Objektivitas dicapai melalui keterbukaan,
terhindar dari bias dan subjektivitas. Dalam prosedur nya, penelitian
menggunakan teknik pengumpulan dan analisis data yang memungkinkan dibuat
interpretasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
2.
Ketepatan
Penelitian juga harus memiliki tingkat ketepatan
(precision), secara teknis instrumen pengumpulan datanya harus memiliki
validitas dan reliabilitas yang memadai, desain penelitian, pengambilan sampel
dan teknik analisisnya tepat titik dalam penelitian kuantitatif, hasilnya dapat
diulang dan diperluas, dalam penelitian kualitatif memiliki sifat reflektif dan
tingkat komparasi yang konstan.
3.
Verifikasi
Penelitian dapat diverifikasi dalam arti
dikonfirmasikan, direvisi dan diulang dengan cara yang sama atau berbeda.
Verifikasi dalam penelitian kualitatif berbeda dengan kuantitatif.
4.
Penjelasan
Penelitian mencoba memberikan penjelasan tentang
hubungan antar fenomena dan menyederhanakannya menjadi penjelasan yang ringkas.
Tujuan akhir dari suatu penelitian adalah mereduksi realita yang kompleks ke
dalam penjelasan yang singkat dalam penelitian kuantitatif penjelasan singkat
tersebut berbentuk generalisasi.
5.
Empiris
Penelitian ditandai oleh sikap dan pendekatan empiris
yang kuat. Secara umum empiris berarti Berdasarkan pengalaman praktis.
6.
Penalaran logis
Semua kegiatan penelitian menuntut penalaran logis.
Penalaran merupakan proses berpikir, menggunakan prinsip-prinsip logika
deduktif atau induktif. Penalaran deduktif, penarikan kesimpulan dari umum ke khusus.
Dalam penalaran deduktif, bila premisnya benar maka kesimpulan otomatis benar
titik logika deduktif dapat mengidentifikasi hubungan- hubungan baru dalam
pengetahuan (prinsip, kaidah) yang ada. Dalam penelitian induktif Oma peneliti
menarik kesimpulan berdasarkan hasil sejumlah pengamatan kasus-kasus
(individual, situasi, peristiwa), kemudian peneliti membuat kesimpulan yang
bersifat umum. Kesimpulan dibatasi oleh jumlah dan karakteristik dari kasus
yang diamati.
7.
Kesimpulan
Kesimpulan hasil penelitian tidak bersifat Absolut titik
penelitian perilaku, dan juga ilmu kealaman, tidak menghasilkan kepastian,
sekalipun kepastian relatif.
Comments
Post a Comment