Latar belakang permasalahan
Latar belakang permasalahan
A. Pengertian dan Sumber Permasalahan
Menurut
Sugiyono masalah diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan
apa yang benar-benar terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan dengan
pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksana. Latar belakang meguraikan atau membicarakan
faktor-faktor yang menyebabkan atau mendorong terjadinya masalah. Oleh karena
itu, penyajian atau pembahasan latar belakang masalah, harus dimulai dengan masalah
yang akan diteliti, kemudian sejumlah faktor atau variabel yang memiliki
peluang menyebabkan munculnya atau terjadinya masalah. Dalam latar belakang
masalah sebaiknya diungkapkan gejala-gejala kesenjangan yang terdapat di
lapangan sebagai dasar pemikiran untuk memunculkan permasalahan. Untuk mampu
merumuskan latar belakang masalah secara runtut, jelas, dan tajam maka peneliti
dituntut untuk mampu dalam ilmu yang ditekuninya.
Masalah
diturunkan dari teori pengamatan, maupun intuisi atau kombinasi dari berbagai
hal itu. Sumber utama masalah yaitu literatur profesional, yang selalu
menampilkan berbagai kajian konseptual dan empiris serta kelemahan yang terjadi
dari berbagai konsep yang ada dan berbagai keterbatasan penelitian yang telah
dilakukan. Peneliti akan dapat melihat ada kesenjangan, ada jurang, ada
kelemahan, ada situasi, maupun kejadian yang perlu disempurnakan dan dikaji
ulang.
Sumber
masalah, menurut turney;
1. Pengalaman
pribadi
2. Infromasi
yang diperoleh
3. Kerja
kontrak professional’
4. Analisis
literatur dan hasil penelitian
5. Mengindentifikasi
dan memfouska masalah
B. Indentifikasi masalah
Identifikasi
masalah bertujuan agar kita maupun pembaca mendapatkan sejumlah masalah yang
berhungan dengan judul penelitian Penelitian dimulai dari pertanyaan yang belum
dapat dijawab oleh seorang peneliti. Untuk ini diperlukan adanya motivasi yang
berupa rasa ingin tahu yang tinggi dari dalam diri peneliti itu sendiri guna
mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan. Untuk melihat dengan jelas
tujuan dan sasaran penelitian, perlu diadakan identifikasi masalah dan pengelompokan
beberapa masalah itu.
C. Kriteria pemilihan masalah
Menurut
Sukardi, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih masalah penelitian
adalah:
1. Memilik
nilai penelitan
Masalah yang akan dipecahkan akan berguna
atau bermanfaat yang positif. Terutama jika bermanfaat bagi masyarakat dan
kepentingan bersama.
2. Memilik
fisibilitas
Fisibilitas artinya masalah tersebut dapat
dipecahkan atau dijawab. Contoh, banyaknya siswa bahasa Inggris yang masih
mempunyai kekurangan dalam hal penguasaan kosa kata, maka peneliti bisa mencari
solusi tersebut dengan beberapa alternatif cara yang mampu membuat siswa
mempunyai penguasaan kosa kata yang lebih baik.
3. Sesuai
dengan kualitas
Sesuai dengan kualitas peneliti artinya
tingkat kesulitan masalah disesuaikan dengan tingkat kemampuan peneliti.
4. Aktual
Actual atau Up to date, artinya
permasalahan yang akan diteliti adalah fakta perilaku yang sedang “hangat”
terjadi di tengah masyarakat. Tentu saja aktualitas sebuah fakta perilaku akan
selalu dinamis dan berubah setiap periode waktu tertentu.
5. Urgent
Urgent, artinya permasalahan yang diteliti
haruslah sesuatu yang “mendesak” untuk diteliti. Dengan kata lain jika tidak
segera ditemukan “jawabannya” akan dapat menimbulkan dampak-dampak negatif yang
dapat merugikan kehidupan manusia.
D. Perumusan judul penelitian
Sering
terdengar peneliti pemula ketika akan merencanakan sebuah penelitian yang
terlebih dahulu mereka cari adalah judul penelitian. Kenyataan
yang demikian tidak boleh terus dibiarkan berlangsung. Sebab, idealnya judul
penelitian nanti dibuat setelah menentukan topik, tema, dan problem yang
menjadi subjek pembahasan.
Topik
sebuah penelitian semestinya yang mula pertama ditentukan oleh peneliti.
Setelah itu, peneliti menentukan tema pembahasan. Dari topik dan terutama tema
itulah peneliti akan menemukan masalah atau problem penelitian yang dikenal
dengan fokus utama penelitian.
Comments
Post a Comment